Melodi yang Hilang
Melodi yang Hilang Taman itu.. taman yang indah.. warna-warni bunga, harum sekali. Ramainya taman ini dengan pepohonan yang hijau nan asri. Hari itu aku merawatnya bersama ayah. Aku senang sekali akan indahnya taman itu. Saat malam ayahku mengalunkan nyanyian yang merdu diiringi music yang sempurna untukku. Ayahku adalah seorang pria yang tenang. Aku ingin menjadi sepertinya, yang penyabar dan tenang dalam hal apapun. Ia mencintai music seperti mencintai ibu dan keluargaku. Dulu, aku juga sempat belajar bermain piano dengannya. Ia mengajariku dengan senyum yang hangat, aku sering sekali berkata “aku tidak bisa mengalunkan nada demi nada dan melodi demi melodi seindah yang ayah mainkan”. Tapi ayahku berkata “pelajari dulu dasarnya, de”. Aku harus belajar dengannya hingga larut malam. Namun akhirnya aku mengantuk, dan setiap ku tertidur di sudut ruang itu, ayahku lah yang membawa ku ke kamar. Beberapa hari kemudian, aku tak melihat senyum...